Dalam pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG), pemilihan bahan pangan menjadi faktor kunci keberhasilan. Selama ini, protein hewani seperti daging sering dianggap sebagai standar utama gizi. Namun, dari sisi biaya, distribusi, dan keberlanjutan, pendekatan ini tidak selalu efektif.
Di sinilah tempe, khususnya tempe padasuka Bandung, hadir sebagai solusi protein yang lebih efisien, terjangkau, dan tetap bergizi.
Tantangan Penggunaan Daging dalam Program MBG
Penggunaan daging dalam MBG menghadapi beberapa kendala:
- Harga relatif mahal dan fluktuatif
- Penyimpanan lebih rumit
- Risiko keamanan pangan
- Ketergantungan pada pasokan besar
Jika diterapkan secara luas di Bandung, penggunaan daging dapat membebani anggaran MBG.
Tempe sebagai Alternatif Protein Efektif
Tempe memiliki keunggulan dibanding daging:
- Protein tinggi dan mudah diserap
- Harga stabil
- Lebih mudah diolah massal
- Lebih tahan untuk distribusi lokal
Dalam konteks makan bergizi gratis (MBG), tempe menjadi pilihan rasional dan berkelanjutan.
Peran Tempe Padasuka Bandung
- Sebagai produsen lokal, tempe padasuka:
- Menyediakan tempe segar setiap hari
- Menjaga kualitas fermentasi
- Mendukung kebutuhan dapur MBG di Bandung
Dampak Jangka Panjang
Mengutamakan tempe dalam MBG akan:
- Menghemat anggaran negara/daerah
- Meningkatkan konsumsi pangan lokal
- Menguatkan UMKM Bandung
Kesimpulan
Untuk keberlanjutan makan bergizi gratis (MBG), tempe terbukti lebih efektif dibanding daging. Tempe padasuka Bandung menjadi solusi ideal.
Butuh tempe berkualitas untuk program MBG di Bandung?
📞 WhatsApp: 0857-2235-0035
Hubungi Tempe Padasuka sekarang.